WTTC dan ICC Bersatu Perkuat UMKM Sektor Wisata Global
Dunia perjalanan dan pariwisata baru saja menerima dorongan besar dari sebuah kerja sama lintas organisasi. World Travel & Tourism Council (WTTC) dan International Chamber of Commerce (ICC) resmi menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) untuk memperkuat suara, pertumbuhan, dan daya saing jutaan usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor wisata global. Langkah ini terasa penting karena usaha-usaha kecil inilah yang setiap hari menggerakkan pengalaman liburan yang kita nikmati, mulai dari penginapan sederhana, pemandu wisata, hingga kedai makan lokal di berbagai destinasi.
WTTC dikenal sebagai lembaga yang mewakili kepentingan industri perjalanan dan pariwisata dunia, sementara ICC merupakan jaringan bisnis internasional yang menaungi lebih dari 45 juta perusahaan di lebih dari 170 negara. Gabungan keduanya menjadikan kemitraan ini sebagai salah satu upaya paling nyata untuk menyatukan riset, pengalaman lapangan, dan jaringan global dalam satu gerakan yang sama. Pembahasan ini relevan sekarang, ketika dunia usaha tengah menghadapi masa ketidakpastian ekonomi dan pelaku wisata skala kecil sering kali menjadi pihak yang paling awal merasakan tekanannya. Bagi pembaca Pondok yang mengikuti perkembangan pariwisata, kabar ini memberi gambaran tentang arah industri wisata global ke depan.

Kekuatan yang Disatukan WTTC dan ICC
Inti dari kemitraan ini adalah penggabungan dua jenis kekuatan yang saling melengkapi. WTTC membawa keahlian khusus di bidang perjalanan dan pariwisata, termasuk riset ekonomi serta wawasan industri yang mendalam tentang bagaimana sektor ini bergerak. Sementara itu, ICC menyediakan jangkauan jaringan bisnis global yang sangat luas dan beragam, mencakup lebih dari 45 juta usaha di lebih dari 170 negara.
Dengan bekerja bersama, kedua organisasi berkomitmen memberikan panduan praktis, beragam alat bantu, wawasan, koneksi, serta peluang kepada para pelaku UKM agar mereka bisa tumbuh dan bersaing. Bantuan itu tidak hanya berupa nasihat umum, tetapi juga akses ke jaringan yang selama ini mungkin sulit dijangkau usaha kecil. Inilah yang membuat kemitraan ini berbeda dari sekadar pernyataan dukungan biasa.
Alasannya sederhana: UKM menyumbang lebih dari 85% bisnis di sektor perjalanan dan pariwisata secara global. Artinya, hampir seluruh pengalaman wisata yang dirasakan pelancong di berbagai belahan dunia bertumpu pada usaha-usaha berskala kecil. Tanpa mereka, ekosistem pariwisata dunia akan kehilangan sebagian besar denyut nadi dan keasliannya.
Mengapa UMKM Menjadi Tulang Punggung Pariwisata Dunia
Keberadaan UKM di sektor wisata global bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi. Mereka adalah pencipta lapangan kerja, penggerak kewirausahaan, sumber inovasi, serta pendorong pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Ketika sebuah usaha kecil di sebuah destinasi tumbuh, manfaatnya langsung terasa bagi warga sekitar, mulai dari pemasok bahan baku hingga tenaga kerja yang direkrut dari lingkungan setempat.
Sayangnya, usaha kecil kerap terkena dampak yang tidak proporsional dari berbagai persoalan struktural. Regulasi yang terfragmentasi, kekurangan keterampilan, keterbatasan akses ke pasar dan pembiayaan, hambatan digital, tantangan konektivitas, persyaratan visa, serta berbagai friksi perjalanan lain menjadi beban yang berat untuk dipikul sendiri. Hambatan-hambatan inilah yang ingin diidentifikasi dan diperjuangkan solusinya oleh WTTC dan ICC.
Bagi wisatawan, persoalan ini mungkin terasa jauh dari keseharian. Namun sesungguhnya, kondisi usaha kecil di suatu destinasi berpengaruh pada kualitas pengalaman liburan: ketersediaan pilihan penginapan, keragaman aktivitas, harga yang wajar, sampai keramahan layanan. Ketika usaha kecil tumbuh sehat, pilihan wisata pun menjadi lebih kaya dan beragam.
Apa yang Akan Dilakukan: Langkah Praktis Kemitraan Ini
MOU yang ditandatangani kedua organisasi menetapkan kerangka kerja sama strategis dengan sejumlah area kegiatan awal. Melalui kerja sama ini, WTTC dan ICC akan melakukan langkah-langkah berikut:
- Berbagi riset dan intelijen bisnis agar pelaku UKM memiliki informasi yang lebih akurat untuk mengambil keputusan.
- Melibatkan dunia usaha di seluruh jaringan internasional ICC, sehingga suara usaha kecil dari berbagai negara bisa terdengar lebih luas.
- Mempertemukan pemimpin sektor publik dan swasta dalam satu ruang dialog yang konstruktif.
- Menyediakan alat dan wawasan praktis yang bisa langsung dimanfaatkan pelaku usaha kecil.
- Memperkuat bukti bagi para pembuat kebijakan sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan yang aplikatif.
Area kegiatan awal lainnya mencakup penelitian dan keterlibatan bisnis, pengembangan kebijakan, berbagi pengetahuan, serta peluang menghubungkan pelaku perjalanan dan pariwisata dengan jaringan bisnis internasional yang lebih luas. Dengan kata lain, kemitraan ini tidak berhenti pada wacana, tetapi bergerak ke arah tindakan yang terukur. Pendekatan semacam ini penting agar perubahan yang dihasilkan bisa dirasakan hingga ke tingkat paling bawah, yakni usaha-usaha kecil di destinasi wisata.
Seruan kepada Pemerintah dan Konteks Wisata Global yang Lebih Luas
Dalam kemitraan ini, kedua organisasi menyerukan kepada pemerintah untuk menghapus hambatan regulasi, finansial, digital, dan mobilitas yang selama ini membatasi pertumbuhan usaha. Seruan tersebut mencerminkan komitmen bersama terhadap kolaborasi praktis yang memperkuat dunia usaha sekaligus mendukung lapangan kerja, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh dunia. Bagi banyak pelaku kecil, kebijakan yang lebih ramah bisa menjadi pembeda antara bertahan dan berkembang.
Perjalanan dan pariwisata dikenal sebagai salah satu industri paling terhubung di dunia karena setiap hari menghubungkan manusia, bisnis, dan pasar melintasi batas negara. Dalam konteks itulah pentingnya memastikan bahwa manfaat ekonomi dan sosial dari pariwisata tersebar merata hingga ke komunitas. WTTC dan ICC ingin memastikan bahwa kebijakan nasional maupun internasional benar-benar mencerminkan kebutuhan bisnis yang menjadi motor sektor ini.
Bagi Anda yang gemar berwisata, perkembangan ini bisa dibaca sebagai tanda bahwa industri wisata global sedang berbenah dari akarnya. Semakin sehat usaha kecil di sebuah destinasi, semakin beragam pula pengalaman yang bisa dinikmati pelancong, dari homestay sederhana hingga tur yang dikelola warga lokal. Pondok melihat tren ini sebagai kabar baik bagi siapa pun yang merindukan perjalanan yang lebih autentik dan berdampak positif.
Pandangan Para Pemimpin Dunia
Gloria Guevara, President & CEO WTTC
Gloria Guevara menyatakan bahwa perjalanan dan pariwisata digerakkan oleh jutaan bisnis di seluruh dunia, dan UKM berada di jantung sektor ini. Ia menekankan bahwa usaha kecil menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan memastikan manfaat pariwisata sampai ke komunitas lokal. Menurutnya, dengan menggabungkan pemahaman WTTC tentang perjalanan dan pariwisata dengan jangkauan global ICC yang luar biasa, bukti dari dunia usaha dapat dibawa langsung kepada pemerintah untuk menghapus hambatan, memperkuat daya saing, serta membuka investasi dan lapangan kerja yang lebih besar.
John W.H. Denton AO, Secretary General International Chamber of Commerce
John W.H. Denton AO menyebut perjalanan dan pariwisata sebagai salah satu industri paling terhubung di dunia, yang setiap hari menghubungkan orang, bisnis, dan pasar lintas batas. Di tengah masa ketidakpastian ekonomi, ia menilai penguatan lingkungan usaha bagi jutaan usaha kecil yang menggerakkan sektor ini sebagai keharusan ekonomi sekaligus strategis. Melalui kemitraan ini, ICC dan WTTC berupaya menyatukan komunitas bisnis global untuk mendukung kewirausahaan, memperluas peluang, dan memastikan pertumbuhan pariwisata membawa manfaat bagi perekonomian serta masyarakat di seluruh dunia.
Penutup
Kemitraan WTTC dan ICC menunjukkan bahwa masa depan wisata global tidak hanya ditentukan oleh destinasi besar atau maskapai raksasa, tetapi juga oleh jutaan usaha kecil yang bekerja di balik layar. Mulai dari riset bersama, advokasi kebijakan, hingga penyediaan alat dan koneksi, langkah-langkah ini menyasar akar persoalan yang selama ini menghambat pertumbuhan mereka. Jika berjalan sesuai rencana, dampaknya bisa dirasakan bukan hanya oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh wisatawan yang mencari pengalaman liburan lebih bermakna.
Maka, saat Anda merencanakan liburan berikutnya, ada baiknya memasukkan destinasi yang memberdayakan usaha lokal ke dalam daftar pertimbangan. Menginap di penginapan milik warga, mencoba kuliner rumahan, atau memakai jasa pemandu setempat adalah cara sederhana untuk ikut menjaga denyut ekonomi komunitas. Biarkan perjalanan Anda menjadi bagian dari pertumbuhan pariwisata yang lebih adil dan berkelanjutan. Selamat merencanakan liburan, dan tetap ikuti kabar wisata terbaru bersama Pondok.
Penulis: Pondok