Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Wisata dan Staycation

informasi seputar wisata dan staycation

Wisata dan Staycation

informasi seputar wisata dan staycation

  • Home
  • Home
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
pondok

Riset Pariwisata Karibia Raih Penghargaan Perdana

By LICH
October 22, 2026 6 Min Read
Comments Off on Riset Pariwisata Karibia Raih Penghargaan Perdana

Dunia pariwisata Karibia baru saja mencatat satu momen yang layak diperhatikan: sebuah riset yang membongkar alasan mengapa warga kawasan ini lebih memilih terbang ke destinasi internasional ketimbang berlibur di negara tetangga sendiri. Caribbean Tourism Organization (CTO) menganugerahkan Caribbean Tourism Intelligence Award untuk pertama kalinya kepada Dr. Dalano DaSouza dan Dr. Dennis Mc Call Jr., dua peneliti yang menyoroti fenomena tersebut lewat kajian bertajuk “Decline of the Regional Traveler? Investigating New Factors Driving Substitution of Intra-Caribbean Tourism with International Travel.” Bagi siapa pun yang mengikuti perkembangan pariwisata Karibia, penghargaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sinyal bahwa data dan riset mulai ditempatkan di jantung pengambilan kebijakan.

Pengumuman penghargaan berlangsung dalam State of the Tourism Industry Conference (SOTIC) 2026 di Guyana, forum tahunan yang mempertemukan pemerintah, otoritas pariwisata, maskapai, dan pelaku industri di kawasan. Karibia sendiri dikenal sebagai gugusan ribuan pulau yang tersebar dari Bahama hingga Trinidad, dengan ekonomi yang sangat bergantung pada kunjungan wisatawan. Karena itu, pertanyaan sederhana yang diajukan dalam riset ini, yakni mengapa warga lokal justru berbelanja liburan ke luar kawasan, menyimpan implikasi besar bagi pendapatan negara-negara kepulauan.

Riset Pariwisata Karibia Raih Penghargaan Perdana

Table of Contents

Toggle
  • Penghargaan Pariwisata Karibia Perdana untuk Kajian Perjalanan Regional
  • Empat Faktor yang Menggeser Pilihan Destinasi Wisatawan
  • Latar Belakang: Kepulauan Kecil dengan Ketergantungan Besar
  • SOTIC 2026 di Guyana dan Ekosistem Riset yang Sedang Dibangun
  • Membaca Arah Baru Pariwisata Karibia
  • Penutup

Penghargaan Pariwisata Karibia Perdana untuk Kajian Perjalanan Regional

Riset yang memenangkan penghargaan ini bukan kajian kecil. Tim peneliti mengolah tanggapan survei dari 1.103 warga Karibia yang tersebar di 23 yurisdiksi, sehingga cakupannya cukup luas untuk menggambarkan pola lintas negara, bukan hanya pengalaman satu pulau. Dari data itu, mereka menelusuri bagaimana biaya perjalanan, konektivitas penerbangan internasional, akses visa, serta koneksi migrasi dan diaspora memengaruhi keputusan seseorang menentukan tujuan liburan.

Dr. DaSouza menerima penghargaan tersebut mewakili karya bersama mereka. Ia menjabat sebagai direktur riset, statistik, dan analitik data di Eastern Caribbean Central Bank serta berasal dari St. Vincent and the Grenadines. Sementara itu, Dr. Mc Call Jr. adalah dosen senior di Teesside University, Inggris, dan berasal dari St. Kitts and Nevis. Kombinasi latar belakang keduanya, satu di sisi data keuangan dan satu di sisi akademik, tampak sejalan dengan pendekatan riset yang mereka usung.

Yang membuat kajian ini menonjol adalah posisinya sebagai dasar rekomendasi berbasis bukti. Hasil penelitian diarahkan kepada pemerintah, otoritas pariwisata, maskapai, dan lembaga regional yang ingin memperkuat konektivitas antarnegara serta menahan lebih banyak belanja wisatawan agar tetap berputar di Karibia. Dengan kata lain, riset ini tidak berhenti pada kesimpulan akademis, tetapi menawarkan pijakan untuk kebijakan yang lebih terarah.

Empat Faktor yang Menggeser Pilihan Destinasi Wisatawan

Dalam pariwisata Karibia, harga tiket sering menjadi penentu pertama. Studi ini menemukan bahwa biaya perjalanan menjadi salah satu variabel utama yang dipertimbangkan calon pelancong ketika membandingkan liburan di pulau tetangga dengan penerbangan ke Amerika Serikat, Eropa, atau Kanada. Ketika rute regional terasa mahal, pilihan melintasi Samudra Atlantik bisa tampak lebih masuk akal, terutama bila penerbangan langsung tersedia dan durasi perjalanan lebih singkat.

Faktor kedua adalah konektivitas penerbangan internasional. Bandara-bandara besar di kawasan melayani banyak penerbangan langsung ke kota-kota besar dunia, sementara koneksi antarpulau kadang harus melalui transit yang memakan waktu. Akses visa juga berperan, karena kemudahan dokumen perjalanan menentukan seberapa cepat seseorang bisa memutuskan berangkat. Ditambah lagi, keberadaan kerabat dan komunitas diaspora di luar kawasan membuat perjalanan internasional terasa bukan hanya soal liburan, melainkan juga soal hubungan keluarga.

Temuan penting lainnya: respons terhadap keempat faktor itu tidak seragam. Usia, tingkat pendapatan, pendidikan, dan kebangsaan ikut memengaruhi cara seseorang menimbang pilihan destinasi. Wisatawan muda dengan anggaran terbatas bisa bereaksi berbeda dari profesional mapan, dan warga dari negara dengan konektivitas penerbangan terbatas menghadapi kendala yang tidak dialami tetangganya. Karena itu, solusi generik dianggap kurang memadai; kebijakan perlu disesuaikan dengan profil penumpang di masing-masing pasar.

Latar Belakang: Kepulauan Kecil dengan Ketergantungan Besar

Untuk memahami mengapa riset ini penting, perlu melihat struktur ekonomi kawasan. Banyak negara di Karibia menggantungkan penerimaan devisa pada sektor pariwisata, mulai dari hotel dan restoran hingga transportasi dan kerajinan. Ketika warga lokal memilih menghabiskan uang liburan di luar kawasan, dampaknya terasa pada permintaan domestik dan regional yang seharusnya bisa menopang usaha kecil di pulau-pulau tersebut.

Aliyyah Shakeer, direktur riset CTO, menekankan perlunya kajian yang benar-benar mencerminkan kenyataan di lapangan, yaitu riset yang berakar pada destinasi, komunitas, serta tantangan dan peluang khas kawasan. Ia berharap penghargaan ini mendorong lahirnya analisis berkualitas yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi rujukan bagi perencanaan, investasi, dan pengambilan keputusan di sektor pariwisata. Pernyataan itu menegaskan arah baru CTO: menjadikan data sebagai fondasi, bukan pelengkap.

Penghargaan ini sendiri mendukung pilar Tourism Intelligence dalam Reimagine Plan milik CTO, sebuah rencana yang ingin memperkuat peran organisasi sebagai pusat kecerdasan pariwisata dan mendorong pemanfaatan riset, data, serta analisis di seluruh kawasan. Sasaran penerima penghargaan mencakup individu, institusi, maupun perusahaan yang karyanya berkontribusi pada daya saing, keberlanjutan, ketahanan, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata.

SOTIC 2026 di Guyana dan Ekosistem Riset yang Sedang Dibangun

Inisiatif ini lahir dari usulan Sekretaris Jenderal sekaligus CEO CTO, Dona Regis-Prosper, menjelang SOTIC 2025 di Barbados. CTO kemudian mengembangkan penghargaan tersebut bersama Caribbean Tourism Researchers Network yang berada di bawah International Tourism Studies Association, termasuk bantuan penyusunan kriteria penilaian. Proses seleksinya melibatkan empat penilai independen, yaitu Dr. Hugues Séraphin, Dr. Mechelle N. Best, Dr. Pauline A. Milwood, dan Dr. Therez B. Walker, yang bekerja tanpa mengetahui identitas penilai lain, sementara CTO tidak melakukan penilaian atas naskah yang masuk.

Edisi SOTIC tahun ini juga menandai peluncuran Caribbean Tourism Research Forum, wadah yang mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi pariwisata untuk membahas riset yang relevan dengan masa depan sektor ini. Shakeer menyebut CTO ingin mempererat kaitan antara forum dan penghargaan, termasuk membuka kesempatan bagi peneliti memaparkan karyanya pada edisi berikutnya. Harapannya, terbentuk komunitas riset pariwisata Karibia yang lebih kuat dan terhubung, tempat pengetahuan dibagikan dan bukti dipakai untuk mengambil keputusan.

Penyelenggaraan SOTIC 2026 sendiri didukung sejumlah mitra resmi, di antaranya Amadeus dan Inter-American Development Bank sebagai mitra konferensi, ASM Global Route Development sebagai sponsor Tourism Intelligence Awards, serta Association of Value Airlines, Digicel Business, dan Atlantic Suites Hotel sebagai sponsor pendukung. Carnival Corporation tercatat sebagai sponsor Youth Congress, sedangkan interCaribbean Airways menjadi mitra maskapai resmi.

Membaca Arah Baru Pariwisata Karibia

Bagi pencinta perjalanan, temuan riset ini sebenarnya berbicara tentang pengalaman yang akrab: membandingkan harga tiket, menghitung waktu transit, dan menimbang kemudahan dokumen sebelum memutuskan tujuan. Yang membedakan adalah skalanya, karena keputusan ribuan orang di 23 yurisdiksi bisa mengubah arah pendapatan satu kawasan. Di sinilah nilai pendekatan berbasis data bagi pariwisata Karibia, terutama ketika kawasan ini bersaing dengan destinasi lain yang menawarkan penerbangan langsung dan promosi agresif.

Ke depan, arah yang tampak jelas adalah memperkuat konektivitas antarpulau, menyederhanakan hambatan perjalanan, dan memahami perilaku pasar secara lebih rinci. Bila rute regional menjadi lebih terjangkau dan mudah diakses, peluang bagi usaha kecil, pemandu lokal, serta komunitas di pulau-pulau kecil untuk menikmati limpahan kunjungan akan terbuka lebih lebar. Riset seperti yang memenangkan penghargaan perdana ini menjadi pengingat bahwa kebijakan pariwisata yang baik selalu dimulai dari pemahaman yang jujur atas realitas warganya.

Penutup

Daya tarik utama dari kisah ini bukan sekadar trofi yang berpindah tangan, melainkan pesan bahwa pariwisata Karibia sedang menata ulang cara dirinya mengambil keputusan. Dari survei terhadap 1.103 responden di 23 yurisdiksi, lahirlah gambaran bahwa biaya, konektivitas, visa, dan ikatan diaspora memainkan peran besar dalam menentukan ke mana orang berlibur. Penghargaan yang diterima Dr. DaSouza dan Dr. Mc Call Jr. menandai pengakuan atas kerja semacam itu, sekaligus membuka ruang bagi peneliti lain untuk berkontribusi.

Jika Anda menyimpan rencana menjelajahi gugusan pulau Karibia, cerita ini bisa menjadi pengingat bahwa perjalanan selalu berkaitan dengan kebijakan, infrastruktur, dan kehidupan masyarakat setempat. Menunggu rute antarpulau yang lebih mudah tentu bukan hal buruk, dan mengikuti perkembangan riset pariwisata bisa membuat rencana liburan Anda lebih matang. Dari Pondok, kami mengajak Anda memandang destinasi bukan hanya sebagai latar foto, tetapi sebagai kawasan yang terus belajar memperbaiki dirinya. (Pondok)

Author

LICH

Follow Me
Other Articles
Previous

Wisata Kepulauan Cook Juara Destinasi Pulau Oseania 2026

Next

WTM London 2026: Kehadiran Terbesar Breaking Travel News

Recent Posts

  • ATM 2027 Usung Tema Travel Without Boundaries di Dubai
  • Tren Wisata Mewah 2027: Destinasi dan Pengalaman Baru
  • Liburan ke Durban Makin Mudah dengan 14 Penerbangan Emirates
  • WTM London 2026: Kehadiran Terbesar Breaking Travel News
  • Riset Pariwisata Karibia Raih Penghargaan Perdana

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026

Categories

  • pondok
Copyright 2026 — Wisata dan Staycation. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme