Voting Wisata Berkelanjutan Dunia 2026 Resmi Dibuka
Dunia pariwisata kembali punya panggung untuk merayakan mereka yang tidak sekadar mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga menjaga tempat yang dikunjungi. World Sustainable Travel & Hospitality Awards 2026 telah mengumumkan daftar nominasinya dan membuka voting global, sebuah momen yang selalu ditunggu para pelaku industri wisata berkelanjutan. Bagi Pondok, ajang ini menarik bukan hanya karena trofinya, melainkan karena cerita-cerita di baliknya: hotel kecil yang mengubah linen bekas menjadi sumber penghidupan, komunitas yang menjaga kawasan konservasi, hingga operator transportasi yang menekan emisi.
Penilaian tahun ini mencakup ratusan entri yang masuk dari 60 negara dan wilayah, angka yang menunjukkan betapa isu keberlanjutan kini menjadi bahasa bersama industri perjalanan. Dari ratusan entri itu, lebih dari 90 nominasi yang berasal dari lebih dari 35 negara dan wilayah berhasil masuk daftar pendek. Puncaknya akan berlangsung di Paris pada 9 Desember 2026, saat para pemenang diumumkan sekaligus sebuah penghargaan kehormatan istimewa diserahkan.

Nominasi Wisata Berkelanjutan yang Datang dari Berbagai Penjuru Dunia
Daftar pendek tahun ini membentang dari Eropa, Amerika, Afrika, Asia, Timur Tengah, hingga Oseania. Sebaran geografis itu mencerminkan luasnya tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri: mulai dari menekan emisi hotel, melindungi satwa liar, membuka akses karier bagi generasi muda, meningkatkan aksesibilitas bagi wisatawan berkebutuhan khusus, sampai memastikan pendapatan pariwisata tetap berputar di komunitas lokal. Dengan kata lain, nominasi kali ini tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga soal siapa yang mendapat manfaat dari industri perjalanan.
Yang menarik, organisasi kecil tampil menonjol berdampingan dengan pemain besar. Lebih dari sepertiga nominasi dalam daftar pendek berasal dari peserta yang melaporkan memiliki kurang dari 250 karyawan. Fakta ini menegaskan bahwa kontribusi berarti tidak selalu datang dari korporasi raksasa; usaha keluarga dan inisiatif komunitas bisa berdiri sejajar dengan grup internasional dalam kompetisi wisata berkelanjutan ini.
Beberapa contoh inisiatif yang muncul dari analisis entri antara lain mengubah linen hotel yang sudah tidak terpakai menjadi sumber mata pencaharian, membuka jalur pendampingan menuju pekerjaan di sektor perhotelan, menghubungkan tamu dengan program konservasi dan warisan budaya, serta memperluas pilihan transportasi beremisi lebih rendah. Semua contoh itu menunjukkan bahwa keberlanjutan kini hadir di banyak titik perjalanan wisatawan, bukan hanya di satu lini industri.
Latar Belakang dan Cara Kerja Penghargaan Ini
Ajang ini baru memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, tetapi sudah menjadi salah satu rujukan dalam industri perjalanan yang bertanggung jawab. Pada edisi 2026, terdapat 19 kategori kompetitif yang dilombakan. Jika ditambah dengan penghargaan Outstanding Contribution to Sustainable Travel & Hospitality, totalnya menjadi 20 penghargaan yang akan diberikan.
Kategori-kategori tersebut merangkum capaian di bidang aksi iklim, ekonomi sirkular, dampak komunitas, perlindungan alam, pendidikan dan keterampilan, kesetaraan dan inklusi, inovasi, destinasi, perhotelan, transportasi, serta kepemimpinan individu. Cakupan seluas itu memperlihatkan bahwa gagasan keberlanjutan telah menyebar ke seluruh rantai ekonomi kunjungan, dari kamar hotel hingga jalur transportasi menuju destinasi.
Proses penilaiannya tidak sekadar menilai niat baik. Kerangka asesmen mempertimbangkan bukti kuantitatif dan kualitatif, standar yang diakui secara internasional, praktik terbaik, potensi pengembangan skala, kolaborasi, dampak relatif, dan kekuatan cerita dari setiap entri. Metodologi awal untuk penilaian ini dikembangkan di bawah kepemimpinan Professor Graham Miller dengan dukungan para mahasiswa Nova School of Business & Economics, Lisbon. Dewan Penasihat kemudian meninjau hasil asesmen dan menetapkan daftar pendek, sementara setiap nominator tetap bertanggung jawab membuktikan klaim lingkungan dan sosialnya sendiri.
Jadwal Voting dan Hal yang Perlu Diketahui Pelaku Wisata
Bagi para profesional di sektor perjalanan dan pariwisata, jendela voting dibuka mulai 25 September hingga 21 Oktober 2026. Nominasi yang memperoleh suara sah terbanyak di masing-masing kategori kompetitif akan dinobatkan sebagai pemenang. Ini artinya dukungan publik dan kolega industri punya peran nyata dalam menentukan siapa yang membawa pulang penghargaan, bukan sekadar hasil penilaian dewan tertutup.
Penghargaan kehormatan Outstanding Contribution to Sustainable Travel & Hospitality punya jalur sendiri. Penerimanya dipilih berdasarkan kebijaksanaan kolektif Dewan Penasihat, dengan tujuan mengakui kontribusi luar biasa yang jangkauannya melampaui satu proyek atau satu kategori kompetisi. Identitas penerima penghargaan tersebut baru akan diungkap pada malam penganugerahan di Paris.
Untuk melihat siapa saja nominasinya dan memberikan suara, informasi lengkap tersedia di situs resmi wstha.com. Wisatawan yang peduli pada praktik perjalanan bertanggung jawab pun bisa menelusuri daftar ini sebagai bahan pertimbangan saat merencanakan liburan, misalnya memilih penginapan atau operator yang memang menjalankan praktik ramah lingkungan.
Tren Wisata Berkelanjutan dan Panggung Paris
Penghargaan ini diselenggarakan bermitra dengan World Sustainable Hospitality Alliance, sebuah aliansi yang anggotanya mewakili lebih dari 66.000 hotel, delapan juta kamar, dan 300 merek di seluruh dunia. Skala tersebut menjelaskan mengapa keputusan dan standar yang dibahas dalam ajang ini bisa berdampak luas pada cara ribuan hotel beroperasi sehari-hari.
Upacara gala World Sustainable Travel & Hospitality Awards akan digelar di Paris, Prancis, pada 9 Desember 2026, dan menjadi penutup World Sustainable Hospitality Alliance Global Summit yang berlangsung 8–9 Desember. Rangkaian acara ini menyatukan para pemimpin industri, solusi praktis, serta penghargaan bagi orang-orang yang mendorong kemajuan di lapangan. Kombinasi antara penghargaan dan pertemuan industri inilah yang diharapkan membuat hasilnya lebih dari sekadar seremoni.
Justin Cooke, Executive Vice-President World Sustainable Travel & Hospitality Awards, menyebut bahwa ratusan entri dari 60 negara dan wilayah memperlihatkan besarnya ambisi industri ini. Menurutnya, sebuah usaha kecil yang menciptakan peluang di komunitasnya layak berdiri sejajar dengan grup global yang mengubah cara operasi ribuan hotel, dan daftar pendek tahun ini mempertemukan kontribusi-kontribusi tersebut. Ia juga menyebut penghargaan Outstanding Contribution akan menjadi momen istimewa di Paris karena memberi ruang bagi Dewan Penasihat untuk mengakui kontribusi yang maknanya melewati batas proyek atau kategori tertentu.
Glenn Mandziuk, President & CEO World Sustainable Hospitality Alliance, menambahkan bahwa para nominasi membuktikan keberlanjutan sejati bukan hanya soal mengurangi jejak, melainkan memperluas dampak positif. Ia berharap setiap delegasi pulang dari Paris bukan sekadar terinspirasi, tetapi juga membawa kemitraan baru, cetak biru praktis, dan tekad kuat untuk mempercepat industri menuju masa depan yang net-positif.
Menutup Tahun dengan Pertanyaan yang Lebih Baik
Dari 19 kategori kompetitif hingga penghargaan kehormatan, ajang ini pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang menang. Ia menjadi cermin bahwa wisata berkelanjutan bisa diwujudkan lewat langkah-langkah kecil yang konsisten, dari mengelola linen bekas hingga membuka pintu karier bagi warga lokal. Bagi Pondok, cara pandang seperti inilah yang membuat perjalanan selalu punya cerita lebih dalam daripada sekadar foto di destinasi populer.
Malam penganugerahan di Paris pada 9 Desember 2026 akan menjadi penutup perjalanan panjang tahun ini, tetapi pertanyaannya tetap menggantung untuk kita semua: seberapa besar dampak baik yang bisa kita bawa saat bepergian? Mungkin jawabannya tidak harus menunggu panggung penghargaan, melainkan dimulai dari pilihan kecil saat merencanakan liburan berikutnya.
Penulis: Pondok